Sabtu, 03 Desember 2016

Livoli Divisi Utama di Blora



16 Tim Nasional Berlaga Livoli Divisi Utama di Blora
INFOKU, BLORA – Sebanyak 16 tim voli putra dan putri akan bertanding di Kejuaraan Nasional Bola Voli Antarklub PGN Livoli Divisi Utama 2016 di Gor Mustika, 4-11 Desember. Menurut rencana, pertandingan pembukaan event nasional itu akan berlangsung Minggu (4/12) mulai pukul 14.30.
Delapan tim putra terdiri dari Mars Probolinggo, Samator Surabaya, TNI AU Jakarta, Yuso Yogyakarta, Indomaret Sidoarjo, Berlian Semarang, TNI AL dan Pasundan Bandung. TNI AL dan Pasundan Bandung merupakan tim promosi setelah meraih juara pertama dan kedua diperhelatan di Livoli Divisi I di Indramayu, tahun lalu.
Delapan tim putri, yang akan berlaga adalah Alko Bandung, LNG Bontang, Petrokimia Gresik, TNI AU, Bank Jatim, Mabes TNI, Vobgard Jakarta serta Mitra Kencana Semarang. Vobgard meraih juara Divisi I tahun lalu sehingga berhak promosi ke Divisi Utama 2016. Adapun Mitra Kencana Semarang sebagai runner up.
Ke-16 tim putra dan putri tersebut akan bersaing untuk memperebutkan juara pertama sekaligus promosi ke event yang lebih tinggi, yakni Proliga 2017. Dua tim terbaik putra dan putri akan promosi ke Proliga, sedangkan dua tim terbawah bakal terdegradasi ke Divisi I.
”Sistem dan jadwal pertandingan di Livoli Divisi Utama 2016 ini baru akan ditentukan dalam temu teknik yang akan berlangsung Sabtu (3/12) di Aula Setda Blora,” ujar Wakil Ketua PBVSI Blora, Ahmad Sutaat, yang juga wakil ketua panitia pertandingan Livoli, kemarin. Bukan kali ini saja Blora ditunjuk menjadi tuan rumah kejurnas voli. Pada 2009, Gor Mustika juga menjadi tempat penyelenggaraan Livoli Divisi I.
Dengan pengalaman tersebut, dinyakini pelaksanaan Livoli Divisi Utama tahun ini akan berlangsung sukses. Panitia lokal telah menyiapkan sarana dan prasarana yang diperlukan untuk menyelenggaraan event yang berdekatan dengan Hari Jadi ke-267 Kabupaten Blora, 11 Desember.
Sejumlah hotel telah di-booking untuk tempat menginap pemain dan ofisial tim peserta. Hingga Jumat siang kemarin, beberapa tim sudah tiba di Blora, di antaranya Tim TNI AL.

Diperkirakan semua tim sudah akan tiba di Blora Jumat malam. Sebab, pada Sabtu siang akan digelar temu teknik untuk seluruh peserta. ”Tidak ada tim yang absen.
Sebab, ini pertandingan nasional yang menentukan nasib setiap tim untuk promosi maupun degradasi,” tandas Ahmad Sutaat. Menurutnya, di perhelatan Livoli Divisi I 2009 lapangan di Gor Mustika disekat menjadi dua untuk pertandingan babak penyisihan.
Adapun di pertandingan final sekat dihilangkan dan hanya menggunakan satu lapangan. ”Untuk penyelenggaraan Livoli Divisi Utama tahun ini, full menggunakan satu lapangan hingga pertandingan final.
Ketentuannya memang seperti itu,” kata Sutaat. Tiket pertandingan babak penyisihan Rp 10.000, sedangkan tiket pertandingan semifinal dan final Rp 20.000.
Selain tiket yang dijual langsung, panitia juga menyediakan tiket terusan dengan harga Rp 150.000. Tiket terusan itu bisa dipakai untuk menyaksikan seluruh pertandingan. (Endah/SM)

Pupuk Mulai Langka



Pupuk Mulai Langka di Grobogan
INFOKU, GROBOGAN, – Sebagian petani di beberapa kecamatan terpaksa menggunakan pupuk atlernatif untuk memupuk tanaman padinya. Hal itu disebabkan, langkanya beberapa jenis pupuk di pasaran.
“Sejak beberapa minggu ini agak susah untuk mendapatkan pupuk jenis Phonska dan SP-36. Di tempat pengecer resmi sering kosong karena belum dapat pasokan dari distributornya,” kata Fauzi, petani di Desa Tanggungharjo, Kecamatan Grobogan. 
Menurutnya, untuk pupuk lainnya, seperti jenis Urea masih gampang didapat. Sebab, stoknya masih mencukupi. Lantaran hanya bisa dapat Urea, ia terpaksa menambah pupuk jenis lain untuk memupuk tanamannya. Yakni, pupuk organik atau pupuk majemuk lainnya yang dijual bebas atau nonsubsidi.

“Kalau hanya dikasih Urea saja kurang bagus. Makanya, saya tambahi pupuk lainnya tetapi dosisnya tidak terlalu banyak, sekadar untuk melengkapi kebutuhan tanaman,” katanya.
Petani lainnya, Mulyono menyatakan, untuk pemupukan bagi tanaman padinya yang berumur sekitar 15 hari masih bisa menggunakan pupuk standar. Yakni, Urea yang dicampur Phonska dan SP-36. “Kebetulan, saya masih punya stok Phonska dan SP-36 yang sudah saya beli sebelum masa tanam. Tetapi stok yang saya punya hanya cukup untuk memupuk kali ini saja,” katanya.
Dia berharap agar dinas terkait agar segera menambah pasokan pupuk. Sebab, dalam bulan ini, kebutuhan cukup tinggi karena tanaman di sawah waktunya dipupuk.
Sementara itu, Kepala Dinas Pertanian Tanaman Pangan dan Holtikultura Grobogan Edhie Sudaryanto ketika dikonfirmasi masalah ini mengakui jika persediaan pupuk Phonsa dan SP-36 tahun 2016 sudah mulai menipis. Hal ini memicu terjadinya kelangkaan pupuk di sejumlah wilayah kecamatan.
Menurut Edhie, persediaan pupuk Phonska saat ini berkisar 200 ton. Sedangkan, pupuk SP-36 sisa stoknya juga berkisar di angka 200 ton. “Persediaan stok Phonska dan SP-36 ini tinggal sedikit. Kalau stok pupuk Urea sampai saat ini memang masih dalam kondisi aman,” katanya pada wartawan, belum lama ini.
Dengan stok yang ada dinilai tidak mencukupi kebutuhan. Sebab, hingga akhir tahun, kebutuhan pupuk SP-36 dihitung berkisar 1.950 ton. Sedangkan kebutuhan pupuk Phonska sekitar 3.300 ton.“Saya sudah usul ke Kementerian Pertanian tapi belum ada solusi sampai saat ini. Kami berharap segera ada tambahan pupuk subsidi, khususnya Phonska dan SP-36 untuk mencukupi kebutuhan petani,” terang Edhie.
Menurutnya, salah satu penyebab kelangkaan pupuk disejumlah wilayah itu disebabkan adanya perubahan iklim. Kondisi musim kemarau tahun ini yang cenderung basah karena banyak curah hujan, mengakibatkan ada penambahan areal tanaman padi. Hal ini menjadikan kebutuhan pupuk dilapangan naik dari yang sudah disusun dalam Rencana Definitif Kebutuhan Kelompok (RDKK) awal tahun lalu. (Budi/KM)

Jumat, 02 Desember 2016

Kuli Bangunan Cabuli Siswi SMP



Kuli Bangunan Cabuli Siswi SMP
INFOKU, REMBANG – AS, warga Desa Sambiroto, Kecamatan Sedan, Kabupaten Rembang diamankan Sat Reskrim Polres Rembang. AS yang merupakan kuli bangunan ini, diduga telah menyetubuhi KN (14) siswi di salah satu SMP di Kecamatan Sedan. Pelaku ditangkap pada Kamis (1/12/2016) saat sedang bekerja di Puskesmas Sedan.
Aksi bejat pelaku tersebut diketahui orang tua korban, ketika mendapati KN pulang ke rumah dalam keadaan menangis. Sebelumnya, KN sempat dicari kedua orang tuanya karena semalam tak pulang ke rumah.
Siswi SMP itupun akhirnya menceritakan jika dirinya telah disetubuhi oleh tersangka di sebuah perkebunan yang berada di Desa Karangasem, Kecamatan Sedan. Tak terima putrinya mengalami pelecehan seksual, orang tua KN pun melaporkan kejadian tersebut ke Polsek Sedan.
Selang 19 hari setelah melakukan aksi bejatnya itu, pelaku akhirnya berhasil diamankan pada Kamis (1/12/2016) sore. Sat Reskrim Polres Rembang berhasil menangkap pelaku di tempat kerjanya, yang saat itu, sedang bekerja sebagai kuli bangunan di Puskesmas Sedan.

 AS, pelaku pencabulan terhadap siswi SMP sedang dimintai keterangan di Mapolres Rembang.
Kapolres Rembang AKBP Sugiarto melalui Kasat Reskrim Polres Rembang Iptu Ibnu Suka mengatakan, pelaku mengenal korban secara tak sengaja. Dia mengacak nomor telepon yang ternyata merupakan milik KN. Setelah berkenalan dengan korban, tiga hari kemudian pada Sabtu (12/11/2016) malam pelaku mengajak korban keluar rumah.
“Setelah dibujuk dan disertai iming-iming akan dibelikan handphone, korban akhirnya mau menuruti permintaan pelaku. Dia lantas menjemput KN menggunakan sepeda motor tanpa sepengetahuan orang tuanya. 
Bukannya menepati janjinya membelikan handphone, pelaku justru membawa korban ke perkebunan di Desa Karangasem, Sedan. Di tempat itulah, dia kemudian menyetubuhi korban. Usai melampiaskan nafsunya, pelaku lantas pergi meninggalkan korban dengan alasan akan membeli bensin,” ujarnya.
Terkait kasus ini, pelaku dijerat dengan pasal 81 ayat 1 dan 2 Undang-undang Nomor 35 Tahun 2014, tentang Perlindungan Anak, dengan ancaman hukuman maksimal 15 tahun kurungan penjara.(Budi/KM)

Sungai Bengawan Solo di Blora Meluap



Sungai Bengawan Solo di Blora Meluap, Warga Harus Waspada
INFOKU, BLORA– Hujan deras terus mengguyur berbagai dareh di wilayah Kabupaten Blora. Seperti di Blora wilayah timur yakni, Kecamatan Cepu dan Kecamatan Kedungtuban. Terutama mereka yang rumahnya berada di pinggiran sungai Bengawan Solo

Danramil Kedungtuban Kapten Inf Darmanto bersama Camat dan Mantri Polisi Kedungtuban, bersinergi lakukan peninjauan di wilayah Dukuh Wantah, Desa Jimbung, Kecamatan Kedungtuban.
Mereka melihat debit air luapan sungai bengawan solo sudah beranjak naik. “Air sudah menggenangi sekitar lahan pekarangan rumah,” katanya di rilis persnya.
Darmanto mengimbau warganya supaya waspada menjelang luapan air Sungai Bengawan Solo.
Danramil meminta kepada warga selalu memberikan infomasi pada petugas setiap ada perkembangan. “Kami bersama unsur forkopimcam siaga 1 x 24 jam monitor perkembangan,” kata Darmanto.(Endah/KM)

Perhutani Pati Dituding Bekerja Sama dengan “Preman”



Perhutani Pati Dituding Bekerja Sama dengan “Preman”
INFOKU, PATI – Sedikitnya 1.500 orang dari berbagai desa di wilayah Pati Utara menggelar aksi demonstrasi di depan Kantor Perhutani Pati, Kamis (01/12/2016). Mereka menuntut agar oknum Perhutani Pati yang dituding melakukan pungli segera diproses hukum
Koordinator Aliansi Masyarakat Pati Anti Diskriminasi (AMPAD) Pati Abdul Rahman dalam keterangan tertulis yang diterima MuriaNewsCom, menyebut, “preman” yang selama ini tidak pernah menggarap lahan mengambil alih dengan paksa lahan garapan para petani yang selama ini menggarap lahan Perhutani.
Setelah preman berhasil menguasai lahan garapan petani, sebelumnya muncul gejolak tawuran antarwarga dan protes berlangsung di mana-mana. Dalam kondisi tersebut, muncul pahlawan baru yang pura-pura menolong, diwakili asisten perhutani (asper) dengan meminta uang kepada para petani sejumlah Rp 10 juta.

 Ribuan warga menggelar aksi demonstrasi di depan Kantor Perhutani Pati, Kamis (01/12/2016)
Uang itu disebut untuk pengurusan pengembalian lahan yang telah diambil alih oleh preman, yakni petak 91, 92 RPH Bulungan. Namun, faktanya, petani Desa Gesengan tetap tidak bisa menggarap, lantaran Perhutani dianggap tidak punya niat untuk menertibkan lahan yang telah diambil para preman.
Tak hanya itu, lahan petani di Desa Gesengan, Grogolan, Gerit, Ngagel, dan Ngarengan yang sudah ditanami tanaman jati dirampas oleh para preman sebagai dampak keputusan KPHD. Hal itu dianggap bertentangan dengan ketentuan perjanjian kerja sama yang menyatakan bahwa perjanjian berlaku untuk jangka waktu satu daur tanaman pokok, berlaku surut sejak 8 Desember 2003.
“Penjarahan yang semakin merajalela ini disebabkan keputusan Perhutani yang mengembalikan penggarapan lahan ke desa masing-masing. Keputusan Perhutani ini berhasil mengadu domba petani dengan warga yang belum menggarap lahan atau preman. Tindakan preman semakin membabi buta, karena Perhutani tidak melakukan tindakan apapun,” kata Abdul Rahman dalam keterangan tertulisnya.
Ancaman tersebut terbukti dengan lahan garapan petani di Desa Wedusan dan Gesengan diambil paksa dan ditutup oleh Perhutani dengan alasan belum menyerahkan tarikan yang sudah ditentukan Perhutani. Tindakan tersebut yang dinilai para petani bertentangan dengan hukum. Bahkan, penarikan uang yang dilakukan oknum Perhutani disebut-sebut sebagai tindakan melawan hukum.
“Kami masyarakat penggarap yang tergabung dalam AMPAD, mendesak Kapolres Pati dan pihak terkait untuk segera memanggil dan memeriksa, serta menyeret para pihak yang melakukan kejahatan itu sesuai dengan prosedur hukum. Bila perlu, segera dilakukan penangkapan dan penahanan untuk menghindari kejahatan di tengah-tengah para petani,” imbuh Abdul Rahman.
Menanggapi tudingan tersebut, Kepala Administratur Kesatuan Pengelolaan Hutan (KPH) Pati, Dadang Ishardianto tidak membenarkannya. Menurutnya, perjanjian kerja sama (PKS), tarikan, dan sharing sudah jelas.
“Aturan dari Perhutani sebetulnya sharingnya 60:40, tapi ubah 75: 25, di mana 75 persen untuk warga. Semua kebijakan untuk kebaikan masyarakat. Dan, itu semua ada dasar hukumnya,” kata Dadang.
Dia berharap, banyak orang yang tahu tujuan kebijakan dari Perhutani Pati. Pasalnya, kebijakan sharing yang sudah ada Surat Keterangan (SK)-nya tersebut diakui didukung sepenuhnya oleh Perhutani Pusat.
“Apalagi ada tudingan pungli, itu tidak benar. Ombudsman Jawa Tengah juga sudah datang ke sini untuk memeriksa, hasilnya tidak ada indikasi apapun seperti yang dituduhkan,” tandas Dadang.(Imam/KM)