Senin, 03 Agustus 2015

Bom Meledak saat Kunjungan Jokowi



Senin, 03 Agustus 2015 , 18:57:00
Saat Sibuk Menyambut Jokowi, DUARR! 3 Tewas
TKP Ledakan Makassar Tak Jauh dari Lokasi Kunjungan Presiden
MAKASSAR - Polisi belum bisa memastikan detail peristiwa ledakan yang terjadi di sebuah kompleks perumahan di Puri Pattene Permai, Kecamatan Biringkanaya, Kota Makassar, Sulawesi Selatan (Sulsel), Senin (3/8) sore.

Namun yang jelas, insiden yang setidaknya merenggut tiga nyawa itu terjadi hanya beberapa jam setelah Orang Nomor 1 di Indonesia, Joko Widodo meninggalkan Kecamatan Marusu, Maros, daerah yang tak jauh dari lokasi kejadian.

Lokasi ledakan di Perumahan Puri Patene Permai, Kecamatan Biringkanaya, Kota Makassar, Sulawesi Selatan, Senin (3/8) sekira pukul 15.30 WITA. Insiden ini mengakibatkan dua wanita tewas. screenshot Google Maps/JPNN.com

Dikutip dari Fajar Online (Grup JPNN), Senin (3/8) malam, ledakan yang menggemparkan Biringkanaya itu menewaskan tiga orang, dua di antaranya sudah dipastikan perempuan.

Dua korban pertama yang ditemukan ini tewas di TKP. Sementara, korban lainnya dilaporkan meninggal di rumah sakit.

Nah, sementara bunyi ledakan ini terdengar cukup keras hingga Maros.

Beberapa warga di Kecamatan Marusu yang berbatasan dengan Biringkanayya mengaku mendengar suara ledakan tersebut.

“Kami mengira bukan apa-apa. Apalagi di sini sedang sibuk-sibuknya penyambutan presiden,” ujar warga Marusu, Bakri.


Polisi temukan dua dos detonator di lokasi ledakan di Perumahan Puri Patene Permai, Kecamatan Biringkanaya, Kota Makassar, Sulawesi Selatan, Senin (3/8) sekira pukul 15.30 WITA. Insiden ini mengakibatkan dua wanita tewas. Foto: Yusuf Wahil/FAJAR /JPNN.com
Hingga berita ini diracik, aparat Polda Sulselbar belum bisa mengkonfirmasi apakah itu bom, ataupun berhubungan dengan kedatangan presiden. (fajar/adk/jpnn)

INFO KESEHATAN



Obat Batuk Berdahak Tradisional, Usir Batuk Dengan Cara Alami
Meskipun batuk berdahak tergolong penyakit ringan, penyakit ini dapat mengganggu aktifitas Anda sehari-hari jika terus dibiarkan. Batuk berdahak khususnya terjadi karena adanya tetesan pada bagian belakang hidung.
Batuk berdahak juga dapat disebabkan karena adanya peradangan selaput lendir dalam saluran pernafasan.
Pada gejala batuk berdahak akut dapat pula disebabkan karena bakteri atau virus influenza, campak, atau tubercolosa. Sebagai alternatif mengatasinya selain menggunakan obat kimia, Anda juga dapat menggunakan obat batuk berdahak tradisional.
Berbeda jenis batuk tentu berbeda pula obatnya. Hal ini juga berlaku pada pengobatan secara tradisional. Khusus untuk obat batuk berdahak, Anda dapat mencoba alternatif penyembuhan dengan ramuan air jahe 2 sdm, air sari kunyit 2 sdm, perasan sari satu buah jeruk nipis, dan juga madu sdm.
Cara membuatnya cukup simple, untuk menghasilkan air jahe atau kunyit caranya parut jahe atau kunyit campur sedikit air kemudian peras. Belah dua jeruk nipis kemudian peras, campurkan semua bahan lalu minumlah ramuan tersebut 2x sehari hingga batuk Anda mereda.
Selain itu masih ada alternatif lain obat batuk berdahak tradisional yang bisa Anda coba. Memanfaatkan khasiat dari kencur dan juga jahe dapat menghasilkan bahan obat yang sangat efektif menyembuhkan batuk berdahak.
Caranya, siapkan beberapa ruas jahe dan juga kencur. Parut jahe sehingga halus kemudian campur parutan jahe dengan kencur, rebus dengan segelas air.
Tunggu hingga mendidih, setelah itu minumlah ramuan tersebut pada saat masih hangat. Konsumsi ramuan tersebut secara rutin untuk menyembuhkan batuk berdahak Anda.
Selamat mencoba!
Lebih lengkap baca model Tabloid
Gambar klik
kanan pilih open New Tab atau Buka tautan Baru

 


Minggu, 02 Agustus 2015

Pemkab Blora



Tumpukan Jerami Bakar Rumah Warga di Tengger Blora
INFOKU, BLORA – Kebakaran kembali terjadi. Setelah kamarin petang si jago merah melalap pasar tradisional Ngawen. Kali ini, api mengamuk di salah satu rumah milik Lasmini, warga Desa Tengger, RT 03 RW 02, Kecamatan Japah, Kabupaten Blora.
Api berasal dari tumpukan jerami yang dibakar di samping rumah. Api terkena hembusan angin. Tidak ada korban jiwa tapi musibah mengakibatkan kerugian material yang tidak sedikit.
“Api dari samping rumah sebelah barat milik Lasmini. Saya terus berteriak ada kebakaran langsung semua warga keluar berhamburan keluar ” jelas saksi mata yang juga Kepala Desa Tengger, Isnainik, Senin(6/7/2015).
Api membakar sekitar kurang lebih pukul 13.30 WIB. Api begitu cepat menjalar sehingga membakar dinding rumah yang terbuat dari kayu. Melihat hal itu warga langsung mencoba memadamkan api dengan alat seadanya.
Kobaran api dapat dipadamkan setelah setengah jam kemudian dengan bantuan dua mobil pemadam kebakaran dari BPBD dengan dibantu para warga.
Sementara itu Kepala Pelaksana (Kalak) Badan Penanggulangan Bencana daerah (BPBD) Blora Sri Rahayu mengungkapakan kerugian yang dialami oleh korban mencapai Rp 10 juta.
“Kerugian dari kebakaran rumah milik Lasmini mencapai Rp 10 juta. Mengingat yang terbakar merupakan rumah dengan dinding kayu tua,” jelasnya. (Endah/PRY)

Lebih lengkap baca model Tabloid
Gambar klik
kanan pilih open New Tab atau Buka tautan Baru

Megawati Puji Sarung Jokowi



Jokowi Sarungan ke NU, 
Megawati: Dik, Sarungnya Bagus
Minggu, 02 Agustus 2015 | 07:39 WIB

Ketua Umum DPP Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Megawati Soekarnoputri, memberikan sambutan saat membuka Sekolah Calon Kepala Daerah di Kantor DPP Partai PDI Perjuangan, Jakarta, 28 Juni 2015. Sekitar 70 calon kepala daerah akan dibekali pengetahuan untuk memenangkan Pilkada. TEMPO/Eko Siswono Toyudho

TEMPO.CO, Jombang - Presiden Joko Widodo tampil mengejutkan ketika menghadiri pembukaan Muktamar Nahdlatul Ulama (NU) ke-33 di Jombang, Jawa Timur, Sabtu malam, 1 Agustus 2015. Jokowi datang mengenakan jas hitam dan sarung warna merah tua serta bersandal selop hitam.

Penampilan Jokowi dipuji presiden kelima Megawati Soekarnoputri yang datang di pembukaan Muktamar NU. "Saya ketemu Ibu Mega di hotel dan melihat saya pakai sarung. Ia memuji sarung yang saya pakai. Dik, sarungnya bagus. Bagus warnanya,” kata Jokowi menirukan perkataan Mega sebelum datang ke lokasi Muktamar NU.
Menurut Jokowi, sarung itu dibelikan oleh istrinya, Iriana Joko Widodo. Jokowi mengatakan, istrinyalah yang menyarankan agar dia memakai sarung saat pembukaan Muktamar NU di Kota Santri tersebut. "Pak, besok di Muktamar NU pakai sarung ya," ucap Jokowi menirukan ucapan Iriana.

Pembukaan Muktamar NU di Jombang dihadiri puluhan ribu masyarakat dan banyak pejabat negara serta tokoh politik dan perwakilan duta besar negara-negara Islam. Muktamar NU ke-33 akan berlangsung 1-5 Agustus 2015. "Semoga muktamar berjalan lancar sampai selesai," ucap Jokowi.

Dalam pidatonya, Jokowi menegaskan, NU telah memberikan kontribusi besar dalam kehidupan berbangsa dan bernegara yang dilandasi nilai-nilai keagamaan dan kebangsaan yang dipegang nahdliyin selama ini. Bahkan, Jokowi yakin NU dan Indonesia bisa jadi rujukan dunia dalam menciptakan peradaban bangsa.

Dengan sikap NU yang mengutamakan forum bebas berkemanusiaan maka nahdliyin berperan besar membangun peradaban antarbangsa yang semakin terbuka, demokratis, dan berkeadilan. "Dengan cara itu Indonesia sebagai negeri dengan penduduk muslim terbesar dunia akan selalu dikenang dan jadi rujukan dunia," ucap Jokowi.

Muktamar NU menempati lima lokasi antara lain Alun-alun Jombang dan empat pesantren, yakni pesantren Mambaul Ma’arif di Desa Denanyar, Kecamatan Jombang; Tebuireng di Desa Cukir, Kecamatan Diwek; Bahrul Ulum di Desa Tambakrejo, Kecamatan Jombang; dan Darul Ulum di Desa Rejoso, Kecamatan Peterongan.

ISHOMUDDIN

tabloid INFOKU Rohil



DD dan ADD Cair, 8 Kepenghuluan Ditinggal
INFOKU, BAGANSIAPIAPI, ROHIL - Setelah menunggu sekian lama, akhirnya Alokasi Dana Desa (ADD) dan Dana Desa (DD) Kepenghulaun se Rohil tahap I bisa dicairkan.
Hal itu diungkapkan Bupati Rokan Hilir Suyatno seusai membuka acara rapat koordinasi pejabat pemerintah daerah dan penghulu se Kabupaten Rohil, Senin (6/7) di gedung Serbaguna Bagansiapiapi.

Penyerahan berkas untuk pencairan dana langsung diberikan oleh Bupati Rohil H Suyatno kepada 18 perwakilan desa setiap kecamatan yang ada di Rohil.
Juga dalam kesempatan itu ikut menyerahkan secara simbolis Ketua Badan Pemeriksa Keuangan dan Pembangunan (BPKP) Wilayah Riau Panijo, Ketua DPRD Nasrudin Hasan, Plt Sekda Rohil H Surya Arfan dan Asisten I HM Rusli Syarif.
“Selama ini belum cair karena penghulu dan lurah belum menyelesaikan administrasi untuk pencairannya,” kata bupati.
Untuk itulah bupati meminta jangan berfikiran dana ditahan oleh pemerintah kabupaten. Sesuai ketentuan untuk pencairan haruslah persyaratan lengkap agar bisa dipertanggungjawabkan.
Suyatno mengatakan, bahkan saat ini ada 8 kepenghuluan yang belum lengkap dan harus dilakukan perbaikan. Bupati meminta agar sesegera mungkin agar dana bisa cair seperti kepenghuluan dan keluarahan yng lainnya.
“Ada 8 kelurahan lagi, saya minta cepatlah kenapa desa lain bisa kok yang 8 ini belum lengkap juga,” kata bupati.
Dalam kesempatan itu juga bupati menyebutkan dua kecamatan terbaik adminsitrasi desanya, diantaranya Kecamatan Rimba Melintang dan Kecamatan Pekaitan.
Bupati juga berpesan agar ADD dan AD bisa dimanfaatkan semaksimal mungkin, sehingga sesuai sasaran yang menjadi tujuan program perdana di Rohil ini. “Kita baru pertama jadi laporan pertanggungjawabnnya harus jelas dan bisa dilaporkan ke pusat,” pungkas bupati.(Moris/pr19)

Lebih lengkap baca model Tabloid
Gambar klik
kanan pilih open New Tab atau Buka tautan Baru