Jumat, 29 Mei 2015

KPU Bakal Mogok



KPU BLORA BAKAL MOGOK


Arifin Ketua KPU Blora

INFOKU, BOGOREJO, BLORA-  PPS sejumlah 858 sekabupaten blora serempak dilantik  senin-(18.05.2015) lalu , di setiap kecamatan dikabupaten blora yang sumpah janji PPS di pimpin oleh setiap ketua PPK, yang dihadir camat polsek koramil Ketua KPU blora
Dalam pelantikan PPS Blora awal dimulai Dari Kecamatan Bogorejo yang dihadiri Ketua KPU Arifin Camat Bogorejo Sarmidi, dalam pidatonya memberi Wejangan
“Anggota PPS adalah ujung tombak dalam kesuksesnya jalannya Pilkada Blora, ada kiat kiat yang harus dilakukan pula oleh PPS di kecamatan Bogorejo yaitu bawa AKIK  ”ujarnya
Yang dimaksud bawa AKIK” yang pertama PPS harus Amanah, Tugas yang diberikan oleh PPS dikerjakan dengan Amanah, Kedua PPS harus Kreatif, dalam mejalankan tugas PPS perlu Kreatif agar lancar,ketiga Inovatif dan Ikhlas dalam mejalakan tugas,keempatan Komunikasi,roh dalam tugas PPS adalah Komunikasi.
Ketua KPU Blora Arifin dalam keterangan memang dalam waktu singkat PPK dan PPS segera dilantik, PPK pun setelah dilantik langsung tancap gas dalam perekrutan anggota PPS yang diusulkan oleh desa,” ujarnya
“Untuk PPS yang diusulkan oleh desa yang jumlahnya lebih dari tiga diadakan wawancara untuk memantap dalam perekrutan anggota PPS, sebenarnya dalam pengrekrutan anggota PPS tidak ada  test, cukup data yang diusulkan desa dipilih oleh PPK”,tegasnya
Sampai sekarang dana KPU blora belum cair, dengan cairnya dana KPU bisa tancap gas untuk kegiatan berikutnya.
“Bila terjadi kemunduran pencairan dana KPU (NPHD) maka KPU bakalan mogok,sampai sekarang sosialisasi calon bupati dan wakil bupati saja belum di adakan, untuk kegiatan PPS aja beberapa dikecamatan PPK urunan,” tegas hamdun anggota KPU Blora
Hal senada juga ditegaskan Ketua KPU Blora Arifin, mulai bulan depan honor petugas PPK dan PPS harus sudah dibayarkan dana dari mananya sedangkan pelaksanaan pengrekrutan PPK dan PPS aja dana talangan.
Sutikno Slamet sekda Blora ketika di konfirmasi Soal dana KPU Blora mengatakan dalam hitungan jari dana KPU segera cair. 
” Proses NPHD udah ditangani Kesbanglinmas,semoga hari ini (19-05, selasa ) bisa selesai sehingga proses NPHD bisa cair 4 atau 5 hari lagi,”Ujarnya.(Guntur)

Lebih lengkap baca model Tabloid
Gambar klik
kanan pilih open New Tab atau Buka tautan Baru

 


Camat akan Dihapos



Giliran Posisi Camat Bakal Dihapus Ahok
Kamis, 28 Mei 2015 20:38
WARTA KOTA, GAMBIR - Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok, kerap melakukan perompakan Pegawai Negeri Sipil (PNS), di jajarannya.

Hal tersebut dilakukaan untuk mendapatkan pegawai yang kinerjanya bisa diandalkan.
Bahkan, ia menganggap bahwa posisi camat sendiri, tidak diperlukan.

"Jadi gini, teknik pengurangan kita itu bertahap. Misalnya contoh, dari sisi struktur kita kurangin 1.500 orang. Sekarang kita bertanya, perlu nggak sih camat? Sebenarnya nggak perlu. Kenapa mesti ada kantor camat. Lurah saja, asisten di kota yang membawahi supervisi menjadi penyelia mereka. Tapi itu kedepan," kata Ahok, di Balai Kota, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Kamis (28/5).

Bahkan, lanjut Ahok untuk meningkatkan kinerja para PNS, sudah memberikan gaji yang cukup besar. Karena itu, pihaknya akan menurunkan jabatan bagi PNS yang tidak bekerja dengan baik.

"Sekarang kita wajibkan mereka ngisi, tiap hari kerja apa saja. Masa PNS dibayar Rp 12 juta sebulan, hanya fotocopy, hanya kasih makanan, nggak lucu dong. Nah ini mesti kita kategorikan. 

Kalau sudah ketahuan yang gak mau kerja, kita staffin, kalau sudah distaffin masih dapat gaji, dia masih enak, TKD-nya kita buang. Kalau TKD dibuang, kamu pakai pensiun saja, dua juta. Kamu nggak masuk, ya kita pecatin," tegasnya.
 
Perombakan itu sendiri, menurut Ahok akan dilakukan secara bertahap. Dimana nantinya, jika hasil evaluasi PNS tidak memenuhi kriteria akan distaffkan.

Caleg di coret KPU



Bekas Caleg Di Coret KPU
INFOKU, REMBANG - Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Rembang akhirnya mengganti seorang anggota panitia pemungutan suara (PPS) yang terbukti sebagai mantan calon legislatif (Caleg) 2014.
Langkah ini ditempuh setelah beberapa jam sebelum pelantikan, KPU sempat mendapat surat rekomendasi dari panitia pengawas (Panwas) Pilkada tentang keikutsertaan mantan caleg itu sebagai PPS. Dalam hal ini KPU kembali kecolongan, karena saat seleksi PPK, hal yang sama juga terjadi. Surat rekomendasi itu terkait temuan mantan caleg.
PKS dari Dapil Pamotan-Sale saat Pemilu 2014 Abdul Wachid yang menjadi anggota PPS Desa Japerejo Kecamatan Pamotan. Saat dikonfirmasi, Komisioner KPU Rembang Adib Ulinnuha mengaku sudah menindaklanjuti rekomendasi Panwas dengan mengonfirmasi yang bersangkutan.
”Karena memang benar, maka Abdul Wachid akhirnya dicoret dan diganti dengan personel baru,” kata Adib Ulinnuha, Senin (18/5/2015).
Ketua KPU Rembang Minanus Suud menegaskan PPK dan PPS segera dihadapkan pada tugas baru yaitu pemutakhiran data pemilih.
Rencananya, pada 11 Juni 2015 Kementerian Dalam Negeri akan mengirimkan Data Penduduk Potensial Pemilih Pemilu (DP4) untuk dicocokkan dan diteliti menjadi daftar pemilih. 
”Sesuai dengan tahapan Pilkada, PPK dan PPS baru, akan segera dihadapkan dengan tugas verifikasi faktual atas dukungan bakal calon perseorangan. Tugas tersebut cukup berat karena sebagian PPK dan PPS adalah personel baru. Namun KPU tetap menjamin Pilkada bakal sukses,” kata Minanus Suud. (Imam/AF)
Baca

 

Kamis, 28 Mei 2015

PMI Blora - Donor Darah

Malam Hari PMI Layani Donor Darah
28 Mei 2015 23:25 WIB Category: Suara Muria Dikunjungi: kali A+ / A-



LAYANI DONOR : Petugas dari UKTD PMI Blora melayani pengunjung pameran Kepurbakalaan dan Tosan Aji di GOR Mustika Blora, Kamis (28/5) malam. (suaramerdeka.com/Sugie Rusyono)


BLORA, suaramerdeka.com – Melakukan donor darah sekarang bisa dimana saja dan kapanpun. Termasuk saat malam hari, seperti yang dilakukan oleh Unit Kerja Transfusi Darah (UKTD) PMI Blora dengan membuka layanan donor darah di halaman parkir GOR Mustika Blora. 

Tempat tersebut juga menjadi lokasi pameran kepurbakalaan, gamestone dan tosan aji, Kamis (28/5) malam.

Beberapa pengunjung memanfaatkan layanan tersebut, bahkan banyak yang meminta untuk sekedar tensi darah. “Memang disetiap event akan dilakukan layanan donor darah, berapapun yang ikut berdonor,” ujar Djarot Sugiharto Wakil Ketua PMI Blora.


Menurutnya, selama berlangsungnya pameran akan tetap membuka layanan donor darah. Sebab banyak masyatakat yang menyaksikan dan siapa tahu akan ada yang berdonor darah.
(Sugie Rusyono/ CN40/ SM Network
)

Staf Ahli Ganjar ditahan

Tiga Kali Mangkir, Staf Ahli Ganjar Ditahan

Kamis, 28 Mei 2015 | 18:50 WIB
SEMARANG, KOMPAS.com Kejaksaan Tinggi Jawa Tengah menahan Joko Mardianto, salah satu Staf Ahli Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo. Dia ditahan selama 20 hari ke depan di Lapas Kedungpane Semarang, setelah tiga kali mangkir dari panggilan pemeriksaan. 


Sebelum ditahan, Joko sempat diperiksa oleh penyidik selama 2,5 jam. Kejaksaan sendiri menetapkan Joko menjadi tersangka korupsi dana bantuan sosial Pemprov Jawa Tengah sejak tahun 2014 silam. 



“Iya, kami periksa kemudian ditahan di lapas selama 20 hari ke depan,” ujar Kepala Seksi Penerangan Hukum Kejaksaan Tinggi Jawa Tengah, Eko Suwarni, di Semarang, Kamis (28/5/2015). 



Ia mengatakan, kejaksaan perlu menahan tersangka untuk mempercepat proses penyidikan. Selain itu, penahanan fisik pada tersangka agar yang bersangkutan mudah untuk diperiksa, jika sewaktu untuk melengkapi berkas penyidikan. 



Sebelumnya, jaksa sudah melayangkan surat panggilan selama tiga kali. Surat pertama dilayangkan pada pertengahan bulan Mei, namun yang bersangkutan izin melakukan tugas Gubernur Jawa Tengah di Kota Bandung. Panggilan kedua dan ketiga, yang bersangkutan juga tidak menghadiri pemanggilan. 



Namun, hari ini, ia akhirnya memenuhi panggilan pemeriksaan. Joko datang sejak pukul 09.30 WIB. Ia didampingi kuasa hukumnya, hingga terlihat keluar pada pukul 12.00 WIB. Selanjutnya, ia dibawa ke mobil tahanan dan diantarkan ke Lembaga Pemasyarakatan Kedungpane Semarang. 



Penyidik menduga ada kerugian ratusan juta rupiah dari hasil penyelewengan dana bantuan sosial, yang diduga dilakukan oleh tersangka Joko bersama tersangka lain. Berdasarkan laporan audit sementara dari Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) Jawa Tengah, kerugian sementara ditaksir mencapai Rp 654 juta. 



"Dari sampel 164 proposal yang diudit BPKP, semuanya bermasalah. Proposal itu ternyata hanya diterima oleh 21 orang saja," ujarnya. 



Selain Joko, Kejaksaan juga telah menetapkan dua tersangka lain, yakni Mantan Kepala Biro Bina Mental dan Keagamaan Sekretariat Daerah Muhammad Yusuf dan Joko Suryanto yang saat itu sebagai Kepala Bagian Kesejahteraan Rakyat dan Bencana Alam di Biro Bina Sosial Pemprov Jateng. 



Sejumlah penerima bansos juga telah ditahan. Lima orang mantan mahasiswa sebagai pengusul proposal dijebloskan ke tahanan, yakni Azka Najib, Musyafak, Farid Ihsanudin, Agus Khanif, dan Aji Hendra Gautama.
Penulis
: Kontributor Semarang, Nazar Nurdin
Editor
: Caroline Damanik

Beras Plastik

Polri: Pelapor Beras Plastik Tidak Akan Dipidana
Kamis, 28 Mei 2015 | 18:46 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com — Kepala Divisi Humas Polri Irjen Anton Charliyan memastikan, polisi tidak akan memperkarakan Dewi Septiani, pelapor beras diduga berbahan plastik. Menurut dia, Dewi tidak bersalah. 

"Dia bukan penebar isu. Pelapor beras plastik, Ibu Dewi, enggak salah. Enggak dipidana," ujar Anton di Kantor Divisi Humas Polri, Kamis (28/5/2015). 

Anton menambahkan, Dewi justru bertindak benar ketika menemukan sesuatu yang tak biasa pada beras yang dibelinya meskipun setelah diteliti di Pusat laboratorium Forensik Polri tidak ditemukan kandungan plastik pada beras itu.

"Aksi kritis seperti itu harus diapresiasi. Siapa tahu benar kan. Ternyata, tukang bubur justru lebih kritis kan," ujar Anton.

Ia juga mengapresiasi jajarannya yang bergerak cepat untuk memastikan kebenaran beras plastik tersebut. Anton pun meminta publik untuk tidak saling menyalahkan atas polemik kemunculan beras plastik tersebut. Penelitian Puslabfor telah memastikan bahwa beras plastik tidak ada sehingga tidak perlu dipermasalahkan.

Kasus beras plastik ini berawal dari tindakan jajaran Kepolisian Sektor Bantargebang, Bekasi, menutup sebuah toko yang diduga menjual beras sintetis kepada Dewi Septiani, penjual bubur di Mutiara Gading Timur. Penutupan itu merupakan tindak lanjut dari laporan Dewi dan juga kabar yang beredar di media sosial soal peredaran beras sintetis di Bekasi. 

Selain menutup toko, polisi juga mengambil sampel beberapa karung beras untuk diuji di laboratorium. Penelitian Puslabfor Mabes Polri menyimpulkan bahwa tidak ada bahan plastik pada sampel beras tersebut.


Penulis
: Fabian Januarius Kuwado

Selasa, 26 Mei 2015

PRT Wisudawan Terbaik

PRT yang Jadi Wisudawati Terbaik Mengaku Terinspirasi Presiden Jokowi

Rabu, 27 Mei 2015 | 04:49 WIB

Dokumen Pribadi DarwantiDarwati (23) (kanan), foto bersama keluarganya di sela prosesi wisuda. Darwati yang bekerja sebagai Pembantu Rumah Tangga itu berhasil menyabet lulusan terbaik, dengan IPK 3,68.

SEMARANG, KOMPAS.com — Kesuksesan Presiden Joko Widodo menjadi orang nomor satu di Indonesia ternyata menginspirasi Darwati (23), seorang pembantu rumah tangga (PRT), untuk terus belajar di bangku akademik.
Darwati memang saat ini masih bekerja sebagai pembantu rumah tangga (PRT) di Kabupaten Grobogan, Jawa Tengah. Namun, ia sukses mengakhiri proses belajarnya dalam program strata satu di Universitas Tujuh Belas Agustus Semarang.
Menurut Darwati, Presiden Jokowi dianggap sebagai sosok inspirator yang pantang menyerah. Meski berasal golongan rakyat biasa, Jokowi ternyata mampu menjadi pemimpin Indonesia. Semangat itu pun tertanam kuat dalam dirinya.
“Saya sangat terinspirasi dengan Pak Jokowi. Beliau pantang menyerah hingga cita-citanya menjadi presiden terkabulkan. Saya ingin sekali bisa bertemu dengan Bapak Presiden,” ujar Darwati, Selasa (26/5/2015).
Darwati sendiri sukses menjadi salah satu wisudawati terbaik di jurusan administrasi niaga. Indeks Prestasi Komulatif-nya mencapai 3,68, hingga dia meraih predikat cum laude.Kesuksesan itu juga mengantarkannya mendapat tawaran beasiswa strata dua (S-2) dari Menteri Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi M Nasir.
Dara asli Kabupaten Blora itu ditawari untuk memilih salah satu program studi di Pascasarjana Universitas Diponegoro Semarang. Hanya saja, ia diminta untuk mendaftar secara normal layaknya calon mahasiswa biasa. Namun, ketika sudah masuk, segala pembiayaan akan ditanggung melalui beasiswa.
Tawaran tersebut langsung ditanggapi Darwati. Tak ingin membuang kesempatan, dia menerima tawaran sang menteri, hingga akan berupaya mendaftarkan diri di program studi pilihannya tersebut. Di balik kesuksesannya itu, dia tetap ingin bisa mendapat pekerjaan yang layak hingga mengangkat derajat orangtuanya.
“Saya pengin banget bisa angkat derajatnya orangtua. Bisa mencari pekerjaan yang lebih baik sehingga bisa membantu keluarga,” tuturnya.


Untuk kuliah lanjutan ini, ia akan meminta izin dari orangtua dan majikannya untuk ikut mendaftar di program Pascasarjana Undip Semarang. Namun, sembari menunggu proses tersebut, ia mengaku masih bekerja sehari-hari sebagai pembantu rumah tangga.