Sabtu, 30 Juli 2016

INFO BLORA



Posko Kemanusiaan PMI Ditutup
INFOKU, BLORA- Setelah bertugas selama sepuluh melayani masyarakat Blora dan pemudik.
Posko Mudik Pertolongan Pertama (PP) PMI Blora resmi ditutup. Para petugas berjaga melayani masyarakat sejak  3 Juli 2016.
Ketua PMI Blora Umi Kulsum Djoko Nugroho mengatakan, keberadaan posko ini merupakan wujud nyata bahwa PMI dimanapun dan untuk siapapun, sehingga masyarakat bisa memanfaatkan layanan kesehatan yang ada di posko PMI.
Umi Kulsum mengucapkan terima kasih kepada relawan, PMR dan KSR yang telah bertugas di posko selama sepuluh hari.   .
”Keterlibatan PMI pada pos pengamanan Lebaran sebagai salah satu kegiatan kemanusiaan dan sosial yang diperuntukkan bagi semua pihak yang membutuhkan,” jelasnya, Selasa (12/7) setelah resmi menutup posko.
Diungkapkan, selama membuka layanan, keberadaan posko PP PMI memberikan manfaat bagi masyarakat. Tak hanya pelayanan pertolongan pertama yang diberikan, tetapi juga membantu petugas yang ada di posko mudik bersama.
Misalnya, mengatur lalu lintas saat padat kendaraan, mengikuti patroli hingga memberikan pelayanan kemanusiaan kepada pemudik dengan membantu turun dari kereta api serta memberikan informasi di stasiun dan di lokasi Pos PP.
Medjiyono relawan PMI yang bertugas di Stasiun KA Cepu mengakui kalau dirinya dan beberapa rekannya lebih dari sepuluh hari bertugas di stasiun.
”Setiap hari selalu membantu pemudik yang turun dari kereta, kalau ada yang kelihatan lelah langsung kami bantu, begitu juga yang lain,” ujarnya.
Joko Partono relawan PMI lainnya yang bertugas di Posko Mudik PP di Simpang Tiga Wulung Kecamatan Randublatung Blora mengungkapkan dirinya dan PMR harus membantu polisi mengatur lalu lintas di simpang tiga yang memang ramai.
”Pada jam-jam tertentu khususnya saat kereta melintas di perlintasan palang pintu sangat padat, jadi membantu mengaturnya,” kata Joko Partono.
Menurut dia ada pemudik yang istirahat dan memeriksa tekanan darah. Termasuk masyarakat ada yang periksa tekanan darah di posko PP PMI. 
Relawan terdiri atas siswa SMP dan SMA yang tergabung dalam PMR. (Endah/KOM)


Baca Model tabloid ....?
Gambar  Klik KANAN pilih Open New Tab atau Buka Tautan Baru

 

Lebaran di Rohil



Lebaran Di Rumdin Bupati & Ketua DPRD
INFOKU, ROHIL - Kapolres berserta seluruh Kabag dan Kasat di Polres Rohil dan Kejari bersama seluruh Kepala Seksi (Kasi) di lingkungan Kejaksaaan Negri Rokan Hilir melakukan silahturami ke Rumah Dinas (Rumdis) Bupati Rohil H Suyatno yang berada di jalan Madrasah Kelurahan Bagan Timur, Kecamatan Bangko, pada selasa (12/7/2016). 
"Kehadiran Kejari dan Polres beserta jajarannya, pada saat Open House hari pertama Idul Fitri, Kapolres dan Kajari berhalangan hadir sehingga baru hari bisa datang,"kata Bupati Rohil H Suyatno, saat di konfirmasi wartawan selasa (12/7/2016) di rumdisnya.
Hubungan Pemkab Rohil beserta Forkopimda berjalan dengan baik sampai saat ini sehingga momentum Idul Fitri merupakan saat yang tepat untuk lebih meningkatkan silahturahmi.
Bupati berharap kedepan agar hubungan baik ini bisa terjalin dengan baik. Selain agenda silahturahmi dalam kesempatan itu juga membahas titik api di Kabupaten Rokan Hilir. "Dari laporan pak Kapolres ada 25 titik dan kita juga berikan peralatan pemadaman pada hari ini untuk digunakan," kata Bupati.
Kajari Rohil Bima Suprayoga mengaku jika Idul Fitri kemarin ia pulang kampung ke Solo sehingga baru sempat hadir. "Kemarin sudah ngantor dan acara internal dengan pegawai kejaksaan, hari ini pak Bupati sekaligus pak Kapolres," kata Suprayoga.
Sementara itu Kapolres AKBP Hendy Posma Lubis SIK mengatakan, bahwa ia silahturahmi sambil agenda memadamkan api di Parit Aman.
"Kita mendata ada 25 titik api dan tersebar di seluruh Rohil, hari ini usai silahturahmi saya ikut memadamkan langsung," kata Kapolres.
Rumdin Ketua DPRD
Sehari setelahnya Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Rokan Hilir (Rohil), Nasrudin Hasan mengelar acara halal bihalal di rumah Dinas (Rumdis), yang berada di jalan Mardeka, Rabu (13/7/2016). 
Dalam acara halal bihalal tersebut turut juga dihadir Bupati H Suyatno, Dandim 0321 Rohil Bambang Sukiswoyo, Kejari Rohil Bima Suprayoga, Kapolsek Bangko AKP Agung Triadi, Sekwan H Syamsuri, Kepala Dinas/Kepala Badan  beserta anggota DPRD Rokan Hilir serta Staf pegewai DPRD Rohil dan wartawan media cetak dan Electronik.
Nasrudin Hasan mengatakan, acara Halal biHalal merupakan moment silahturahmi untuk membangun komunikasi dengan pemerintah daerah melalui Bupati dan Wakil Bupati serta dinas intansi yang ada di pemerintah daerah.
"Intinya halal bihalal ini adalah saling mengingatkan antara sesama kita, bahwa pekerjaan kita ini berat kedepan, dan dari pada itu lembaga DPRD ingin bersama-sama menyukseskan pembangunan masa jabatan Bupati dan wakil Bupati lima tahun kedepan," ungkap politisi partai Golkar ini.
Dikatakannya, Dalam kondisi Rohil yang mengalami kepenurunan mulai dari APBD hingga penurunan ekonomi masyarakat, ini sangat memberatkan apa bila tidak diselingi dengan komunikasi yang baik serta berimbang terhadap pemerintah daerah. 
"Untuk itu, dalam suasana hari raya, halal bihalal. dan mari kita bangun kesepahaman, komunikasi yang baik supaya keprihatinan masalah keuanagn bisa menjadi pertimbangan dalam mencari solusi kedepannya, dan mendahulukan mana yang lebih penting,"tuturnya.(Moris)


Baca Model tabloid ....?
Gambar  Klik KANAN pilih Open New Tab atau Buka Tautan Baru

 

BPMPP Blora -ADV



Kerusuhan dangdut



Alat Musik dari Lokasi Pentas Dangdut di Tambakromo Pati Disita Polisi
INFOKU, PATI – Suparjan, warga Desa Keben RT 1 RW 2, Kecamatan Tambakromo nekat menggelar dangdut untuk tasyakuran pernikahan anaknya, kendati tidak memiliki izin keramaian dari pihak kepolisian, Rabu (13/7/2016) malam.
Akibatnya, petugas gabungan dari polisi, TNI dan Satpol PP membubarkannya. Sejumlah alat musik disita sebagai alat bukti, antara lain satu buah alat organ, efek gitar, satu microphone, laptop merek Accer, dan satu buah mixer.
Kapolres Pati AKBP Ari Wibowo mengatakan, barang bukti yang disita tersebut akan disidangkan dalam tindak pidana ringan (tipiring) terlebih dahulu. Setelah itu, barang bukti akan dikembalikan kepada pemilik orkes musik dangdut.
Kasatpol PP Pati Hadi Santosa mengatakan, penertiban hiburan dangdut tersebut karena tidak mengantongi izin keramaian sekaligus melanggar Perda Nomor 8 Tahun 2013 tentang Penyelenggaraan Kepariwisataan. “Kami melakukan pembubaran, karena bertugas menegakkan Perda yang didampingi polisi dan TNI,” kata Hadi.
Dikatakan, pada Pasal 76 ayat 1 disebutkan, bahwa setiap badan usaha yang berbadan hukum atau tidak berbadan hukum dan perseorangan dilarang menyelenggarakan hiburan atau kesenian atau pertunjukan/peragaan/pagelaran seni dan budaya untuk kepentingan umum, baik di dalam gedung maupun di luar gedung, 7 (tujuh) hari sebelum dan 7 (tujuh) hari sesudah Hari Raya Idul Fitri.
Dalam pembubaran tersebut, sejumlah orang terlihat menolak, sehingga sempat terjadi ketegangan dengan petugas. Namun, petugas gabungan berhasil meredam ketegangan tersebut dan pentas dangdut dibubarkan dengan kondusif.(Imam/KM)
caption :  Kasat Reskrim Polres Pati AKP Agung Setyo Budi meminta kepada warga untuk tenang dalam pembubaran pentas dangdut di Desa Keben, Tambakromo.

Baca Model tabloid ....?
Gambar  Klik KANAN pilih Open New Tab atau Buka Tautan Baru

 

Camat Blora Hut Bhayangkara



INFOKU SEMARANG



Permudah Akses Desa Putat dan Karangsari segera Dibangun Jembatan Gantung
INFOKU, GROBOGAN – Keinginan warga Desa Putat, Kecamatan Purwodadi dan Desa Karangsari, Kecamatan Brati untuk memiliki jembatan penyebrangan dalam waktu dekat akan segera terwujud.
Hal ini menyusul adanya alokasi biaya sekitar Rp 1,5 miliar untuk penyelesaian pembangunan jembatan gantung di atas Sungai Lusi yang menghubungkan kedua desa tersebut.
Kabag Pengendalian Pembangunan Pemkab Grobogan Siswanto menyatakan, penyelesaian pembangunan jembatan gantung ini memang jadi salah satu pekerjaan yang diprioritaskan. Selain manfaatnya sangat dirasakan masyarakat, sejauh ini, proyek tersebut sudah dikerjakan separuh jalan.
Saat ini, tiang pancang jembatan pada kedua sisi sungai sudah rampung dikerjakan tahun lalu. Untuk pembuatan tiang pancang ini dapat bantuan dana dari Pemprov Jateng sebesar Rp 1 miliar.
“Tiang pancang di sisi utara maupun selatan sungai sudah berdiri kokoh. Yang masih diperlukan tinggal landasannya saja. Makanya, pembangunan jembatan gantung ini kita prioritaskan. Kalau semua berjalan lancar, kemungkinan akhir tahun jembatannya sudah bisa dilewati,” katanya.
Menurutnya, pembuatan landasan jembatan berikut tali penahan dibutuhkan dana sekitar Rp 1,5 miliar. Panjang landasan jembatan tersebut sekitar 60 meter dan lebarnya 1,5 meter.
Sementara itu, Kepala Desa Karangsari Suhartini ketika dimintai komentarnya menyatakan, keberadaan jembatan gantung tersebut selama ini sudah jadi impian warga. Oleh sebab itu, dia berharap agar pembangunan jembatan gantung bisa segera selesai.
“Selama ini, sarana untuk menyeberang hanya mengandalkan perahu tambang. Tapi, kalau air sungai penuh atau meluap kondisinya cukup membahayakan. Untuk itu, warga berharap agar pembangunan jembatan gantung bisa segera terwujud dan bisa dinikmati banyak orang. 
Dengan adanya jembatan maka akses menuju Kota Purwodadi jadi makin cepat dan roda perekonomian pasti ikut terangkat,” katanya.(Budi/KM)


Baca Model tabloid ....?
Gambar  Klik KANAN pilih Open New Tab atau Buka Tautan Baru