Friday, June 30, 2017

Kerukunan Umat Beragama di Pati

Potret Kerukunan Umat Beragama di Pati

INFOKU, PATI – Sejumlah pemuda dari Desa Dukuhseti, Kecamatan Dukuhseti, Pati menggelar dialog lintas agama bertajuk “Kidung Damai Dukuhseti” di Angkruk Kenanti, Kamis (22/6/2017) sore.
    Selain dialog lintas iman, mereka yang beragama Muslim berbuka bersama dengan Wakil Ketua Pengurus Gereja Kabupaten Pati, Pendeta Teguh Sayoga.   
    Menurut Ketua Pemuda Dukuhseti, Khoirul Anwar Afa, kegiatan itu menjadi komitmen untuk menjaga NKRI di wilayah Pati, terutama Dukuhseti.
   Uniknya, dialog diawali dengan pembacaan ayat suci Alquran, kemudian disusul perform lagu rohani bernuansa Kristiani dari perwakilan Gereja Dukuhseti. Keberagaman umatberagama di Dukuhseti menjadi salah satu alasan kegiatan itu diselenggarakan.
  Sejumlah warga lintasiman menggelar diskusi keberagaman di Angkruk Kenanti, Dukuhseti, Pati, Kamis (22/6/2017) sore
 “Ini kegiatan yang baru pertama kali diadakan di Dukuhseti. Tujuannya untuk meruwat keberagaman dalam bingkai NKRI, semoga adik-adik SMA dan MA yang datang bisa mengambil hikmah dan pelajaran berharga dari kegiatan dialog lintas agama,” kata Anwar.
    Pendeta Teguh Sayoga sendiri menegaskan bila nilai-nilai universal dalam Kristen serupa dengan Islam. Setiap agama selalu mengajarkan kejujuran, humanisme untuk memanusiakan manusia, termasuk ajaran solidaritas.
    Dalam Kristen, misalnya. Setiap umatnya diajarkan untuk jujur. Ajaran kejujuran tersebut juga diajarkan dalam Islam dan agama lainnya. Meski ritus ibadah dan keyakinannya berbeda, tapi setiap agama mengajarkan umatnya untuk berbuat kebaikan.
     Semangat itulah yang menjadi spirit dialog lintas agama di Dukuhseti. Pemuda setempat yang mewakili umat Muslim, Hamidulloh Ibda menegaskan pemeluk agama apa saja harus dihormati, bukan dibenci.(Imam/KM)

Tabloid INFOKU terbaru


Kenal Camat wanita Blora


Open House ala Bupati Grobogan

Bupati Grobogan Gelar Open House di Pendapa

Bupati Grobogan Sri Sumarni bersalaman dengan warga usai salat id.(MuriaNewsCom /Dani Agus)
INFOKU, GROBOGAN – Bupati Grobogan Sri Sumarni menggelar open house selepas salat id, Minggu (25/6/2017). Acara yang digelar di pendapa kabupaten ini juga dihadiri para pimpinan FKPD.
     Hampir semua pejabat level eselon II, III dan IV hadir dalam kesempatan itu. Termasuk Sekda Moh Sumarsono. Sebagian besar pejabat hadir beserta istri atau suami.
 Bupati Grobogan Sri Sumarni bersalaman dengan warga usai salat id.   
Selain pejabat, ada sejumlah warga yang ikut hadir. Mereka ini merupakan warga yang tinggal di sekitar rumah dinas bupati yang berada di belakang pendapa.
    Begitu tiba di pendapa, pejabat langsung bersalaman untuk bermaaf-maafan dengan bupati dan jajaran FKPD. Setelah itu dilanjutkan dengan ramah tamah dan acara santai.
     “Mohon maaf atas semua kesalahan,” kata Sri Sumarni.
Dia berharap momen Idul Fitri bisa menjadi lembaran baru untuk meningkatkan kinerja. Terutama dalam memberikan pelayanan pada masyarakat.(Budi/KM)

wajah canat baru Wanita


Blora camat Wanita


4 Orang Ditetapkan Tersangka

4 Orang Ditetapkan Tersangka

INFOKU, PATI – Seorang pemuda asal Desa Prawoto, Kecamatan Sukolilo, Muhammad Riyadi (23) tewas dikeroyok belasan pemuda Desa Wegil dalam sebuah tawuran di gapura pintu masuk Desa Prawoto, Selasa (27/6/2017).
    Polisi menetapkan empat tersangka dalam kasus yang terjadi pada Hari Lebaran tersebut. Dari empat tersangka, seorang pemuda berinisial A (19), warga Desa Wegil berperan sebagai pemukul korban hingga menyebabkan kematian.
    Kasat Reskrim Polres Pati AKP Galih Wisnu Pradipta mengatakan, kedua desa tersebut memang menyimpan dendam membara hingga menjadi sebuah tradisi bermusuhan. Kendati pada malam takbir dan Lebaran kedua desa tersebut masih aman, ternyata mereka terlibat aksi saling serang satu hari pascaLebaran.
    “Korban meninggal dunia karena dihantam botol bir hingga menyebabkan pendarahan. Bagian vital kepala juga mengalami benturan hebat sehingga meninggal dunia saat dilarikan ke rumah sakit,” kata AKP Galih.
     Empat tersangka yang terlibat dalam penganiayaan dijerat dengan Pasal 351 ayat 3 subsider Pasal 170 ayat 2 tentang penganiayaan yang menyebabkan seseorang meninggal dunia. Para pelaku terancam dengan hukuman pidana penjara 12 tahun.(Imam/KM)