Rabu, 28 Desember 2016

opini OPD Baru, Pejabat Baru



OPD Baru, Pejabat Baru, Kinerja ?...?
Penulis Drs Ec Agung Budi Rustanto – Pimpinan Redaksi tabloid INFOKU – diolah dari 7 sumber berbeda)
Rendahan serapan anggaran belanja daerah berbagai daerah di Indonesia dibawah 70 persen pada tahun 2015, 2016, sehingga mencatat silPa, ditengarai akibat satu diantaranya pejabat yang dikukuhkan tidak sesuai dengan kompetensi yang dimiliki.
Banyak Pejabat di daerah dengan latar belakang sarjana tehnik menduduki jabatan struktural bidang non tehnis, demikian juga sebaliknya.
Maka sudah saatnya Kepala daerah diseluruh Indonesia, serta Badan kepegawaian Daerah ( BKD ) di daerah, dengan tegas mendudukkan pejabat yang profesioanal nan handal dalam Organisasi Perangkat daerah (OPD) baru mendatang.
Mengejar tayang Akhir Desember 2016, pemerintah daerah mengebut untuk menyusun peraturan daerah (Perda). Langkah ini menunaikan amanat undang- undang (UU) Nomor 23/ 2016 tentang pemerintah daerah.
Memang ada di beberapa daerah di Indonesia Perda OPD malahan ada yang belum kelar tersebab praktik tawar- menawar ketika menyusun OPD.
Padahal kalau mau berpikir arif, tidak seterusnya seseorang akan menjabat eselon dua, semua ada batasnya.
Namun atas nama hegomoni terkadang nalar mengalahkan segalanya. Apalagi kalau mendapat dukungan dari lembaga legislatif ketika proses penyusunan berlangsung.
Tawar menawar OPD karena atas dasar perhitungan kondisi daerah. Dimana terdapat Dinas yang harus dihilangkan atau dirampingkan. Karena pertimbangan kenyamanan bukan karena kebutuhan, ada sejumlah pihak yang menolak.
Beruntung di Blora, dilihat secara kasat mata penyusunan OPD tidak terjadi sesuatu hal yang mencurigakan.
Tidaklah perlu mengorek apa yang terjadi dalam prosesnya. Sehingga dalam hitungan hari Perda tentang pembentukan dan susunan perangkat daerah kabupaten Blora akan ditetapkan.
Pembentukan perangkat daerah berdasarkan urusan pemerintah yang jadi wewenang daerah. Disamping juga intensitas dan potensi daerah. Ditambah juga karena efisiensi, efektivitas, flektibikitas serta tata kerja yang jelas.
Dengan telah terbentuknya OPD baru, meskipun kalau dicermati masih terhitung gemuk alias belum ramping.
Tetapi minimal sudah ada perubahan susunan perangkat baru. Sebab, seramping "pinggul biola" organisasi yang dibentuk - reformasi birokrasi tidak berjalan jika struktur masih tumpang tindih.
Diharap Setelah terbentuk struktur perangkat daerah. Kepala Daerah dalam diuji dalam memilih pejabat mumpuni. Yang profesional dan handal.
Sebab sudah 3 tahun anggaran sejak 2014 perubahan, 2015, 2016 secara fakta beberapa daerah di Indonesia, kapasitas pejabat yang dimiliki tidak mampu membanggakan Masyarakat.
Buktinya program dan kegiatan yang disyahkan di buku APBD banyak yang tak terealisasi, sehingga setiap akhir tahun menyisakan gunungan silPa.
Dibentuknya OPD pada dasarnya untuk pembagian habis tugas serta tata kerja yang jelas.
Memang ada pekerjan rumah (PR) yang perlu ditertibkan. Dimana banyak Dinas/ Badan menempatkan seseorang dengan jabatan tetapi tidak sesuai dengan SK pertama yang di keluarkan oleh Badan Kepegawaian Nasional (BKN).
Saat sekarang, wadah telah disiapkan yakni OPD, tinggal menunggu orang yang yang akan dipilih untuk mengisinya.
Sebab, sesuai amanat UU tentang pemerintah daerah tahun 2016 - mulai tahun 2017 bulan Januari resmi dilaksanakan.
Sebagai rakyat berharap, semoga OPD baru dikemudikan pejabat baru yang memang teruji, profesional dan handal. ###

Baca Model tabloid ....?
Gambar  Klik KANAN pilih Open New Tab atau Buka Tautan Baru

 


Wajib Pakai Bright Gas



Ditemukan Mayat Bayi Perempuan  di Sungai
INFOKU, BLORA –  Polsek Kedungtuban, Kabupaten Blora, masih berburu pelaku pembuang bayi. Saat ini, penyelidikan itu masih berlangsung guna mengungkap pelaku pembuangan bayi tersebut.
Kapolsek Kedungtuban AKP Sugiarto dikutip dari halaman resmi Polres Blora, mengatakan, saat ini pihak kepolisian masih melakukan penyelidikan terkait temuan bayi di pinggir sungai Desa Tanjung, Kecamatan Kedungtuban, Kabupaten Blora.
“Kami masih melakukan penyelidikan untuk mencari tahu pelaku dan motif dari temuan mayat bayi tersebut,” tandasnya.

 Polisi dan petugas medis sedang memeriksa kondisi mayat bayi usai ditemukan di sungai di Desa Tanjung, Kedungtuban, Kabupaten Blora.
Sugiarto menuturkan, pada Selasa (27/12/16) sore pukul 15.00 Wib, mayat bayi perempuan malang tersebut ditemukan. Pihaknya mendapatkan laporan dari Kepala Desa Tanjung Mulyadi.
Setelah menerima laporan, anggota Polsek Kedungtuban langsung mendatangi TKP dan bersama warga mengevakuasi mayat bayi tersebut untuk dibawa ke Puskesmas Kedungtuban dan dilanjutkan dengan tindakan otopsi/visum.
Warga Desa Tanjung sebelumnya memang dikejutkan dengan temuan sesosok mayat bayi perempuan dalam posisi telanjang dan terlentang di pinggir sungai. Mayat bayi sudah mengambang dan dikerumuni lalat. Mayatnya tersangkut di pinggir aliran sungai Desa Tanjung.
Diduga, mayat bayi yang ditemukan di pinggir sungai itu diperkirakan baru dilahirkan, karena tali pusar mayat bayi tersebut masih menempel. Berdasarkan informasi saksi, mayat bayi perempuan tersebut ditemukan pertama kali oleh saksi Krisna (12) pelajar SD asal desa setempat saat sedang mancing di pinggir sungai.
Krisna melihat barang yang mencurigakan seperti boneka, selanjutnya dirinya memberitahukan kepada temannya yakni Agus (15) pelajar SMP warga desa setempat. Mereka berdua mengecek lagi benda mirip boneka tersebut ternyata itu merupakan mayat bayi yang terapung.(Heru/KM)


Wajib Pakai Bright Gas Mulai Januari 2017
INFOKU, REMBANG – Para pegawai negeri sipil (PNS) di Rembang diwajibkan untuk memakai bright gas elpiji ukuran 5,5 kilogram per 1 Januari 2017 mendatang. Hal tersebut diutarakan oleh Wakil Bupati Rembang Bayu Andriyanto saat memberikan arahan pada acara rapat koordinasi penataan pangkalan elpiji 3 Kg di Lantai IV kantor Bupati Rembang, Rabu (28/12/2016).
Para PNS diharapkan dapat menjadi contoh bagi masyarakat luas agar beralih dari penggunaan elpiji bersubsidi kemasan tiga kilogram ke bright gas, nonsubsidi. Selain itu, nantinya elpiji 3 kg juga bisa terfokus oleh masyarakat biasa.
“Masyarakat perlu mengenal terlebih dahulu bright gas agar tahu kelebihan dan kekurangan dari elpiji keluaran baru Pertamina ini. Untuk itu pemakaian itu dimulai dari PNS dulu, sehingga muncul rasa ingin tahu masyarakat untuk mencoba,” ujar Bayu
Menurutnya, jika masyarakat sudah tertarik, baru akan dibuat imbauan melalui surat edaran ke masing-masing kecamatan. Sementara itu, untuk elpiji subsidi hanya diperuntukkan bagi warga kurang mampu.

Dia melanjutkan, masyarakat yang mempunyai ekonomi menengah ke atas mestinya tidak pakai elpiji subsidi yang tiga kilogram, supaya tidak terjadi kelangkaan. Oleh sebab itu, Pertamina menghadirkan bright gas untuk masyarakat yang ekonomi golongan menengah ke atas, seperti halnya PNS tersebut.
Pemda Rembang juga akan berencana menambah agen elpiji. Sehingga nantinya masing-masing satu di setiap kecamatan dan pangkalan di tiap desa.
Sales Executive Pertamina Gas Domestik Region IV Semarang Agung Nurhananto Putro mengatakan, konsumsi elpiji subsidi tiga kilogram di Kabupaten Rembang tumbuh 1,3 persen pada 2016 ini.
“Dibandingkan dengan tahun2015, peningkatan konsumsi elpiji subsidi tiga kilogram di Rembang mencapai 15 persen. Diperkirakan hingga Desember nanti, konsumsinya tidak over target 13.509 matrik ton,” katanya. (Imam/KM)

Topik Final Pejabat Blora - topik INFOKU 124



Final Pejabat Blora
INFOKU, BLORA- Struktur organisasi dan tata kerja (SOTK) Pemerintah Provinsi Jawa Tengah (Pemprov Jateng) dirampingkan seiring pengesahan Peraturan Daerah tentang Pembentukan dan Susunan Organisasi Perangkat Daerah (Perda SOPD). Gubernur Jateng Ganjar Pranowo kini tengah menimbang kembali penempatan pejabat sehingga SOPD tersebut bisa diterapkan Desember 2016.
Ganjar mengharapkan dengan terpilihnya pejabat yang lolos dalam pertimbangan ulangnya, bakal tercapai percepatan kinerja pemerintah, keterbukaan informasi publik, terutama dalam hal peningkatan pelayanan ke masyarakat.
Kepala SKPD yang baru hasil assessment ulang itu diharapkannya mampu mengikuti perkembangan dinamika layanan masyarakat masa kini.

Blora OPD Baru
Mulai awal Januari 2017 mendatang, Susunan OPD Pemkab Blora akan berubah total, sehingga pengangkatan atau pelantikan pejabat baru harus dilakukan paling lambat Desember tahun 2016 ini.
Hal tersebut berdasarkan PP Nomor 18 Tahun 2016 tentang Perangkat Daerah. Demikian dikatakan Kepla BKD blora Suwignya, saat ditemui di kantornya, beberapa waktu lalu.
“SOTK baru tersebut akan efektif pada Januari 2017, sehingga segala sesuatunya, mulai dari pejabat-pejabatnya, aset kantor, dan penataan ruang pada instansi, harus dilakukan paling lambat Desember tahun 2016 nanti,” katanya.
Di Kabupaten Blora akan nada 24 SKPD dan 6 orang pejabat yang sejajar eselonnya dengan kepala SKPD.
Dari pengumpulan pendapat yang dilakukan INFOKU selama 3 bulan terakhir, banyak bermunculan berbagai prediksi terkait pejabat baru Blora mendatang.
Menurut mereka pada OPD mendatang ada 4 orang pejabat yang promosi ke eselon II, untuk menduduki jabatan 4 SKPD yang diadakan dilelang jabatan.
Sedangkan Komposisi pejabat lama akan tetap dipertahnkan oleh Bupati blora ke 27 ini.
Bila diamati memang cukup menarik prediksi mereka. Seperti pada Jabatan Sekretaris DPRD yang diikuti 9 orang. Ada 3 nama kandidat Kuat untuk mendudukinya. Ketiga nama tersebut yakni Pujianto Said, Khaidar Ali & Mulyowati.
Sementara pada Dinas Kepemudaan, Olah Raga, Kebudayaan &   Pariwisata, mereka mengunggulkan nama Kunto Aji & Pratikno Nugroho berpeluang besar dari 5 lainnya.
Untuk Dinas Perumahan Pemukiman dan Perhubungan, juga banyak yang memprediksi 2 nama berpeluang besar yakni Irfan Agustian & Samsul Arief, dari 5 orang yang mendaftar.
Sedangkan Satpol PP yang diikuti 9 pejabat mengikuti seleksi, diprediksi Anang Sri D dan Hariyanto lebih berpeluang besar.
Harus diingat kesemuanya itu yakni penempatan pejabat adalah wewenang penuh Bupati. 
Terlepas apapun nantinya yang diputuskan Bupati, adalah yang terbaik untuk kemajuan Blora yang lebih sejahtera & bermartabat. (Vina/Endah/Agung)


Baca Model tabloid ....?
Gambar  Klik KANAN pilih Open New Tab atau Buka Tautan Baru