Friday, February 24, 2017

Patung Gagak Rimang akan Dibongkar



Arjuna Wiwaha Akan Gantikan Patung Gagak Rimang
INFOKU, CEPU, BLORA – Tidak hanya infrastruktur jalan, trotoar dan drainase serta pasar, penataan Kota Cepu juga akan menyasar ruang fasilitas publik dan taman.
Pemkab Blora melalui Dinas Perumahan Permukiman dan Perhubungan (Dinrumkimhub) telah mengalokasikan anggaran tidak kurang dari Rp 2,8 miliar untuk mempercantik kota yang berada di pintu gerbang masuk Provinsi Jateng ini.
Anggaran tersebut antara lain untuk merenovasi Taman Tuk Buntung Rp 1,5 miliar serta membuat taman dengan ornamen patung Arjuna Wiwaha menggantikan patung Kuda Gagak Rimang dengan pagu anggaran Rp 1,3 miliar.
”Untuk renovasi Taman Tuk Buntung direncanakan akan dimulai akhir April,’’ ujar Kepala Dinas Perumahan Permukiman dan Perhubungan (Dinrumkimhub) Blora Samsul Arief.

Patung Gagak Rimang yang telah menjadi IKON CEPU selama 10 tahun yang akan dibongkar
Samsul didampingi Kepala Bidang Kelistrikan dan Pertamanan Langgeng Warsito serta Kepala Bidang Perumahan dan Permukiman Suharyono mengemukakan, Taman Tuk Buntung akan tetap dipertahankan sebagai ruang terbuka hijau.
Hanya saja, taman yang menjadi salah satu ikon Cepu tersebut akan dipermak menjadi lebih indah dan nyaman. ‘’Panggung terbuka akan ditata lebih bagus. Lokasinya tetap seperti semula, namun nantinya akan ada sentuhan lebih artistik,’’ tandas Langgeng Warsito.
Selain renovasi Taman Tuk Buntung, juga akan dilakukan penggantian patung kuda Gagak Rimang. Patung yang membelah jalur satu arah di jalan RSU Cepu tersebut akan dipindah ke kawasan Kampus II STTR Cepu di jalan By Pass.
Patung Gagak Rimang akan diganti patung Arjuna Wiwaha menaiki kereta kuda. Langgeng Warsito menjelaskan, sebagai pintu gerbang masuk ke wilayah Jateng, Kota Cepu sudah selayaknya ditata lebih bagus. Menurutnya, view selepas perempatan Kantor Pos Cepu menuju kawasan Taman Seribu Lampu tergolong indah.
Jika di tempat itu ditata lebih bagus, niscaya view itu pun akan menarik minat siapapun untuk mendatangi tempat tersebut. ‘’Patung Arjuna Wiwaha menaiki kereta kuda berada di tempat itu untuk menambah keindahan,’’ tandasnya sembari menunjuk gambar patung yang akan dibangun tersebut.
Samsul Arief maupun Langgeng Warsito mengharapkan dukungan penuh masyarakat Cepu agar rencana mempercantik Cepu dengan memperbaiki infrastruktur dan fasilitas publik bisa berjalan dengan lancar.(Vina/AM)

Thursday, February 23, 2017

Tower Seluler Kunden Blora Bemasalah



Tower Seluler Kunden Blora di Bongkar ?
INFOKU, BLORA – Perepanjangan ijin Tower seluler yang didirikan sejak 2004, di kelurahan Kunden Blora ditolak warga setempat.
Menurut ketua RT 02 RW 01 Kelurahan Kunden Blora Hadi Sutikno, Sewa kontrak lahan Warga yang habis masa berlakunya per 31 Desember 2016 ternyata di perpanjang pemilik tanpa sepengathuan warga.
Lanjutnya Berita acara kesepakatan Warga per tanggal 5 september 2016 yang ditanda-tangani 104 orang warga setempat menolak perpanjangan operasional Tower tersebut dan ditandatangani juga pemilik tanah Iswanto.
“Harusnya operasional sudah berhenti per tanggal 1 Januari 2017. Juga Karena ijin sudah habis tanggal 31 Desember 2016,” ujar S. Hadi Sutikno, diamini 8 warga lainnya Jumat lalu.
Seperti diketahui beberapa waktu sebelumnya masyarakat Kunden telah audensi dengan DPRD Blora, terkait keberadaan tower yang berdiri di wilayah RT 02/RW 1 Kelurahan Kunden, Kecamatan Blora.
Dan diterima langsung oleh ketua DPRD Blora Bambang Susilo bersama OPD terkait diantaranya Diskominfo, Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu Kabupaten Blora.
Saat itu warga membawa dokumen pendukung yang menyatakan penolakanya yakni, Surat pernyataan pemilik lahan (Iswanto) tidak memperpanjang sewa tanah.
Berita kesepakatan tanggal 5 September 2016. SKPT Kepala Badan Pelayanan Perijinan Terpadu Kabupaten Blora No. 503/06/2011 tanggal 4 Maret.
Surat pernyataan sikap warga RT 02/RW I Kelurahan Kunden tanggal 15 Oktober 2016. Selain itu disertai surat pernyataan sikap tidak setuju perpanjangan masa kontrak yang ditandatangani ratusan warga setempat.
Atas dasar pengaduan warga tersebut ketua DPRD Blora kemudian segera melakukan koordinasi dengan OPD terkait untuk menyelesaikannya.
Menurutnya, perlu ada kajian dan perubahan Peraturan Daerah Nomor 3 Tahun 2011 tentang Pedoman Penyelenggaraan dan Retribusi  Pengendalian Menara Telekomunikasi.
“Perlu dirubah Perdanya, sehingga terkait perijinan bisa meningkatkan PAD,” kata Bambang Susilo.
Akses Jalan Menuju Tower ditutp Warga
Tak kunjung akhir penyelesaian kasus tower ini, membuat warga kecewa. Mereka secara bersama menutup akses jalan menuju tower seluler tersebut.
Jalan satu-satunya kearah lokasi Tower ternyata melalui tanah penduduk yang bersertifikat.
“Berdasar keputusan bersama kami sepakat menutup jalan tersebut, pemilik tanah yang dipakai jalan tersebut menyatakan setuju, hanya bisa dilalui motor dan pejalan kaki,” kata Adi Susanto sekretaris RT setempat.
Lanjutnya, ada beberapa poin peraturan pendirian Tower yang belum dipenuhi pengelolanya, yang sampai saat ini belum ada bahkan tidak ada.
Papan Nama tidak terpasang,  belum membuat SPPL, menambah atau merubah hal-hal yang berkaitan usaha tanpa seizin BPPT, melaksanakan daftar ulang setiap tahunnya.
Untuk itulah Adi Susanto beserta warga setempat meminta pemkab Blora membongkar tower Seluler tersebut.
Teguran
Terpisah Kepala Dinas Kominfo Sugiyono ketika ditemui INFOKU mengatakan akan segera menindak-lanjuti temuan warga tersebut dengan melayangkan surat teguran ke pengelola tower tersebut.
Dia mengaku telah mengadakan pertemuan dengan instansi terkait serta pemilik/pengelola tower beberapa waktu lalu.
“Memang menurut hasil pertemuan lalu, kami simpulkan ada 3 poin utama yang dipenuhi pengusaha tower tersebut, sampai saat ini,”
Lanjut Sugiyono, ketiga item tersebut yakni  belum membuat Surat Pernyataan Pengelolaan lingkungan (SPPL),  Tidak diperbolehkan menambah atau merubah hal-hal yang berkaitan usaha tanpa seizin BPPT, serta belum melaksanakan daftar ulang setiap tahunnya.
Saat ditanya apa tindakan yang akan dilukakannya, dia menjawab telah melayangkan teguran pertama kepada pengusaha tower tersebut.
SPPL Tidak Akan Dikeluarkan DLH
Sementara terkait SPPL, Kepala DLH Dewi Tedjowati ketika dikonfirmasi menyatakan lembaganya belum pernah merekomendasi atau membuat SPPL untuk tower terebut.
“Kami tidak akan membuat SPPL karena salah satu poin yang tidak dapat dipenuhi yakni Penolakan warga setempat,” katanya.
Dia juga menjelaskan sampai saat sejak kantor ini didirikan menyatakan belum ada SPPL pada Tower tersebut.
Dapatkah Tower Seluler itu di bongkar, bila salah satu Syarat pendirian Tower Seluler tidak terpenuhi, Dewi menjawab bukan kewenangannya untuk memutuskan.
“Sekali lagi yang pasti kami tidak akan mengeluarkan SPPL,” tandasnya. (Endah/Vina/Agung)
Baca Model Cetak tabloid ....?
Gambar  Klik KANAN pilih Open New Tab atau Buka Tautan Baru
 

old oil wells in Blora



Sumur Caluk Kedinding Mulai Produksi bulan Maret
INFOKU, BLORA - Pertamina Eksplorasi dan Produksi (EP) Asset 4 Field Cepu menargetkan produksi minyak di sumur Caluk Kedinding sebesar 100 barrel oil per day (BOPD).
Menurut rencana, sumur yang berada di kawasan Kedinding di Desa Ngraho, Kecamatan Kedungtuban itu mulai berproduksi pada bulan Maret.
Field Manager Pertamina EP Asset 4 Cepu Agus Amperianto mengemukakan, progres pengoperasian Sumur Caluk 01 saat ini memasuki pemboran semen di kedalaman 80 hingga 100 meter.
‘’Pemboran Sumur Caluk 01 ini ditargetkan sampai kedalaman 900 meter,’’ ujarnya, Kamis (23/2).

"Kedinding"  old oil wells in Blora
Menurut Agus, jika tidak ada kendala ditargetkan proses pemboran dan penyiapan produksi minyak di Sumur Caluk akan selesai pada bula Maret.
‘’Sehingga pada bulan Maret itu juga akan mulai berproduksi. Kami menargetkan produksi minyaknya mencapai 100 BOPD,’’ tandas Agus Amperianto.
Dalam pengoperasian Sumur Caluk ini juga bersamaan dengan pengaktifan kembali beberapa sumur tua yang berada di kawasan Kedinding.
Pertamina berencana melakukan pengoperasian tujuh sumur yang berada di Desa Ngraho Kecamatan Kedungtuban yaitu Sumur Caluk 01 dan 6 sumur tua di Kedinding yaitu di sumur tua KDD 2, KDD 3, KDD 5, KDD 8A, KDD 15 dan KDD 9.
Kepala Bidang Fisik dan Prasarana Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Blora Djati Walujastono menyambut baik rencana produksi minyak sebesar 100 BOPD oleh Pertamina EP dari Sumur Caluk tersebut.
‘’Setidaknya jika minyaknya berproduksi, maka itu akan menambah dana bagi hasil (DBH) migas yang akan diperoleh Blora dari berproduksinya sumur minyak di wilayah Blora,’’ ujar mantan kepala seksi migas bidang pertambangan dan migas di Dinas Energi Sumber Daya Mineral (ESDM) Blora yang kini sudah dihapus.(Endah/AM)

Wednesday, February 22, 2017

Kasus Ibu Cantik



Ibu Cantik Gadaikan Mobil Rental di Blora
INFOKU, Cepu, BLORA – Ada-ada saja ulah ibu rumah tangga cantik di Kabupaten Blora ini. Ternyata ibu ini merupakan pelaku penggelapan mobil rental.
Polsek Cepu Resor Blora  mengamankannya. Adalah DK (41) warga Desa/Kecamatan Kedewan, Bojonegoro Jawa Timur, dan suaminya JA masih dalam lidik kepolisian.
Dirinya ditangkap setelah menggadaikan mobil rental Toyota avanza milik Karsiman (60) warga Ngareng Cepu, Blora, Minggu (22/1/17). Pelaku menyewa mobil milik korban untuk dipakai acara pernikahan keluarga di Semarang selama 4 empat hari.
Ternyata lebih dari perjanjian tersebut, mobil rental belum dikembalikan. Akhirnya Karsiman melaporkannya ke Polsek Cepu untuk diselidiki. Setelah menerima laporan dan melakukan penyelidikan, Unit Reskrim Polsek Cepu Resor Blora menangkap tersangka DK di rumahnya.

 Caption : Polisi meminta keterangan kepada ibu rumah tangga yang juga pelaku penggadaian mobil rental di Polsek Cepu, Kabupaten Blora.
Dari keterangan tersangka dirinya berpura-pura menyewa mobil rental untuk acara resepsi pernikahan hanyalah modus belaka, ternyata mobil tersebut digadaikan sebesar Rp 20 juta kepada Jabrik, warga Bojonegoro.
Kapolsek Cepu Resor Blora AKP Selamet mengatakan pihaknya telah melakukan penyidikan terhadap kasus penipuan dan penggelapan mobil rental ini.
Beberapa saksi telah diperiksa dan diminta keterangan untuk proses penyelidikan dan penyidikan pengembangan kasus selanjutnya.
“Kasus dengan modus penggadaian mobil rental memang akhir-akhir ini terjadi. Kami akan lakukan penyelidakan tersangka yang masih menjadi DPO dan mengusut kasus ini sampai tuntas.” Kata Selamet dalam keterangan Persnya.
Atas perbuatan tersangka ini, DK dijerat pasal 372 yo 378 KUHPidana tentang penggelapan dan penipuan dengan ancaman hukuman lima tahun penjara. “Kita masih terus melakukan pengembangan,” ungkapnya.
Mengenai dugaan apakah tersangka merupakan sindikat pencurian mobil, Selamet mengaku masih mendalaminya. “Kami masih terus melakukan pemeriksaan secara mendalam,” tuntasnya.(Heru/KM)


Baca Model Cetak tabloid ....?
Gambar  Klik KANAN pilih Open New Tab atau Buka Tautan Baru