Senin, 23 Maret 2015

Kasus Nikah Siri seorang Bos - tabloid INFOKU



Kisah Nikah Siri HSD
Dicerai sepihak dan Minta pertanggung-jawaban masa Depan Anaknya
INFOKU, BLORA - Pengamat Hukum Pidana Universitas Islam Indonesia (UII), Aroma Elmina dalam keterangan Persnya menjelaskan di Indonesia sudah banyak kasus nikah siri yang menimbulkan masalah.
Permasalah tersebut terkait tentang tercatat atau tidak tercatat. Akibatnya, jika suatu hari nanti mendapat masalah lalu pelaku nikah siri mengadu kepada aparat penegak hukum, maka permasalahan itu tidak bisa diselesaikan pengadilan.
Karena pengadilan hanya bisa memproses perkara jika ada bukti legal formalnya, sedangkan pelaku nikah siri secara pencatatan keadmistrasian negara tidak ada. Menurutnya, permasalahan tersebut bisa terkait kekerasan dalam rumah tangga (KDRT), hak-hak perwalian dan lain sebagainya.
Elmira memaparkan data-data tentang kasus nikah siri secara lengkap bisa dilihat di Komnas Perempuan. "Kasus-kasus nikah siri banyak sekali, seperti gunung es," ujar dia saat dihubungi ROL, Selasa (17/3).
Bahkan, kata Elmira, banyak dari korban permasalahan nikah siri yang tidak berani melapor. Karena minimnya pengetahuan tentang hukum.
Kasus tersebut menurut Elmira, tidak hanya terjadi pada penganut agama Islam saja, mereka yang nikah hanya dengan aturan gereja dan tidak tercatat dalam catatan sipil negara itu juga menjadi masalah.
Seperti Di Blora Seorang berinisial HSD yang mengaku menikah secara Siri dengan CH (salah satu pengusaha terkemuka di Cepu), kepada infoku dia menceritakan sejak bulan Juni 2013 diceraikan secara sepihak.
Menurut HSD perkawinan siri-nya sudah berlangsung 4 tahun, yang dilakukan disalah satu pesantren di desa Sulang Rembang 29 Nopember 2009 lalu.
“Dari hasil perkawinanku, lahirlah anakku yang bernama Gio (inisial-red) namun sejak Juni 2013 CH menceraikan secara sepihak, itupun dilakukan melalui telepon” kata HSD.
Lanjutnya, Dia mencoba berbagai cara untuk bertemu CH untuk namun selalu gagal.
“Bahkan saat ke kantornya saya dan orang tua diusir oleh securitynya, dengan alasan tidak mau ketemu,” jelas HSD.
Dia juga menggaris-bawahi tujuannya untuk menemuhi CH adalah semata-mata untuk pertanggung-jawaban masa depan anak hasil dari perkawinan sirinya.
“Berbagai usaha sudah saya lakukan demi satu tujuan, yakni jaminan masa depan anakku terutama jaminan untuk biaya sekolahnya sampai selesai,” tegas HSD.
Saat infoku mendatangi tempat kerja CH untuk konfirmasi, ditemui Satpam dan mengatakan CH tidak ada sedang ke luar kota.
Sementara LSM Arak (Aliansi rakyat Anmti Korupsi) Blora Kenthut Prasetyo saat dimintai keterangan mengatakan Pemerintah harus memberikan pendidikan moral dan agama pada masyarakat tentang sisi lain kawin siri.
Selain itu, pemerintah juga harus memberikan tekanan kepada public figure seperti pejabat, para pengusaha sukses, tokoh politis dan lainya. 
“Publik Figure didaerah hendaknya memberi contoh yang baik dimata masyarakat,” katanya. (Endah/Agung)

Lebih lengkap baca model Tabloid
Gambar klik k
anan pilih open New Tab atau Buka tautan Baru



Sabtu, 21 Maret 2015

Kunjungan Presiden Jokowi ke Blora


Ganjar Pranowo Lelang Jabatan - INFOKU 95



Batas Pendaftaran Lelang Jabatan Pemprov Jateng 27 Maret
INFOKU, SEMARANG – Pendaftaran seleksi terbuka atau lelang jabatan untuk posisi Pimpinan Tinggi Pratama Kepala Biro Umum Sekretariat Daerah Jawa Tengah dibuka 11-27 Maret 2015.
“Setelah pendaftaran secara administratif yang merupakan tahap pertama lelang jabatan itu selesai dilakukan akan dilanjutkan dengan verifikasi data dari para pendaftar,” kata Ketua Panitia Seleksi Lelang Jabatan Kabiro Umum Setda Jateng Endang Larasati di Semarang, Rabu (11/3/2015).
Ia menjelaskan proses lelang jabatan Kabiro Umum Setda Jateng ini menggunakan sistem gugur pada tiap tahap.
“Selain itu, tim pansel akan melakukan verifikasi data administrasi pendaftar dan jika tidak memenuhi syarat maka yang bersangkutan tidak berhak mengikuti proses selanjutnya,” ujarnya.
Menurut dia, tahapan proses seleksi jabatan terbuka Kabiro Umum Setda Jateng setelah pendaftaran dan verifikasi persyaratan adalah tes tertulis.
“Materi tes tertulis seputar tugas Kabiro Umum dan pada tahapan tersebut peserta diminta menjelaskan tentang tupoksi jabatan itu, seperti tentang protokoler, kerumahtanggaan gubernur, pengadaan barang,” katanya.
Nantinya, kata dia, akan ada tiga nama yang diserahkan tim pansel kepada Gubernur Jateng dan akan ditentukan salah satu diantaranya untuk menduduki jabatan Kabiro Umum Setda Jateng.
Pendaftaran lelang jabatan Kabiro Umum Setda Jateng telah diumumkan melalui situs jatengprov.go.id dan berbagai media massa.
Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo ingin proses seleksi terbuka atau lelang jabatan Kabiro Umum Setda Jateng dapat dipercepat, namun tetap sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
Menurut Ganjar, seluruh proses lelang jabatan Kabiro Umum Setda Jateng akan memerlukan waktu kurang lebih 40 hari sejak pendaftaran dibuka.
Sekretaris Daerah Jawa Tengah Sri Puryono yang ditemui terpisah mengungkapkan bahwa Pemprov Jateng tidak ingin berlama-lama dalam melaksanakan proses lelang jabatan untuk posisi Kabiro Umum Setda Jateng
“Mudah-mudahan tahapan-tahapan dari lelang terbuka dapat segera dimulai dalam waktu dekat,” katanya.(Joko)


Lebih lengkap baca model Tabloid
Gambar klik k
anan pilih open New Tab atau Buka tautan Baru

 

Jumat, 20 Maret 2015

Prestasi SMAN 1 Blora - tabloid INFOKU 95



Kincir Karya Siswa SMAN 1 Blora Wakili Jateng tingkat Nasional


INFOKU, BLORA- Kincir angin sumbu vertikal dan solar cell sebagai pembangkit listrik pada perangkap serangga karya dua siswa SMA 1 Blora Fadhiela Noer Hafiezha dan Dinar Limarwati masuk 20 besar ajang Toyota Eco Youth 2015. 
Prestasi ini menjadi satu-satu dari Jateng yang mampu menembus 20 besar dari sekitar 1.700 proposal yang masuk mengikuti ajang kegiatan tersebut.
Guru Pembina Sri Susilaningsih mengatakan, karya inovasi tersebut masuk dalam kategori science dan dalam pengumuman menjadi finalis nomor 1. ’’Sesudah melakukan workshop dan presentasi kami diberi Rp 15 juta untuk membuat alat,’’katanya.

Menurutnya, alat kincir angin tersebut saat ini sudah di uji coba di areal sawah di Gabus, Kelurahan Mlangsen dengan dua lampu penangkap serangga, kemudian ditambah lampu warna lampu berbeda.
’’Kincir angin tersebut cocok untuk kondisi angin di Blora yang kecepatan kecil,’’katanya.
Dalam uji coba juga dilakukan bersama petani serta petugas penyuluh lapangan (PPL) sehingga akan tahu kondisi yang sebenarnya.
Sementara itu, Fadhiela dan Dinar mengatakan, karya yang dihasilkan memanfaatkan tenaga angin dan cahaya matahari sebagai sumber energi untuk menyalakan lampu pada alat perangkap serangga.
Dan hasil uji coba yang dilakukan pada 3 Maret lalu banyak serangga yang masuk dalam perangkap.
’’Hari Minggu diambil banyak serangga yang masuk dari dua lampu, serangga senang warna biru, sedangkan warna putih serangganya sedikit,’’ katanya.
Menurutnya, selain tenaga angin juga dilengkapi dengan solar cell sebagai pembangkit listrik, sehingga menghasilkan energi besar.
Petugas Penyuluh Pertanian (PPL) Keluarahan Mlangsen, Diana Oktaviani mengatakan, alat itu setidaknya bisa membantu petani dalam menangani hama tanaman pangan. ’’Dengan penangkap serangga ini kami bisa melakukan deteksi dini terhadap serangga,’’ ujarnya. (Endah/SGK)

Lebih lengkap baca model Tabloid
Gambar klik k
anan pilih open New Tab atau Buka tautan Baru

 

Hari Pol PP & Danmar - tabloid INFOKU 95


INFO REMBANG & PATI - tabloid Infoku 95



Kunker Ke Pati Belajar Perda Miras
INFOKU, PATI– Rombongan badan legislasi (Banleg) DPRD Blora mengadakan kunjungan kerja (Kunker) ke DPRD Pati dalam rangka studi banding mengenai rancangan peraturan daerah (raperda) minuman keras (miras), Selasa lalu.
Mengingat sampai saat ini, perda mengenai hal tersebut belum ada sehingga menjadi halangan saat penindakannya.
Ketua Banleg DPRD Blora sekaligus ketua rombongan Siswanto mengatakan, saat ini pihaknya tengah menggodok penyusunan ranperda tentang miras. Sementara di Kabupaten Pati hal tersebut telah ada sejak lama sehingga pihaknya ingin mempelajari lebih jauh mengenai regulasi dan penerapannya.

“Yang paling pokok untuk belajar mengenai perda miras, karena di Blora perda miras belum ada. Kita belajar di Pati karena sudah ada, tentang pengelolaannya, pembatasanya, penindakannya, pengaturannya, intinya karena di Pati telah lebih dulu ada kita adopsi sebagai bahan untuk ranperda menjadi perda,” ujar Siswanto yang juga mantan Pimpred tabloid Suara Rakyat ini.
Sementara itu Wakil Ketua III DPRD Pati H. Joni Kurnianto yang menemui rombongan DPRD Blora mengatakan, sebab di Blora belum ada perda miras, sementara di Pati sendiri telah terbentuk sejak 2002 kemudian membantu untuk memberikan contoh-contohnya.
“Kalau aturannya mungkin sudah ada, tapi cara penegakannya yang paling sulit di lapangan, cara penegakan kita kaitkan dengan karaoke karena perhubungan. Bahkan di Blora karaoke sudah tumbuh banyak tapi belum ada perdanya. Tadi yang diutamakan menegakkan perdanya,” ujar Joni. (imam/ZL)


Lebih lengkap baca model Tabloid
Gambar klik k
anan pilih open New Tab atau Buka tautan Baru